Hukum Jika Adik Menikah Mendahului Kakak Dalam Adat Minangkabau


Jika membahas Pernikahan Adik Melangkahi Kakak, seperti yang kita tahu ada sedikit masalah di Masyarakat atau adat kita. Banyak yang berpendapat (harus) mendahulukan kakak yang lebih tua untuk menikah, atau kasarnya adik menunda (tidak boleh) melangkahi kakaknya untuk menikah.

Seperti yang kita tahu, kebiasaan di Masyarakat kita tentang Pernikahan Adik sebelum Kakaknya, ada sedikit berhubungan dengan adat/tradisi, mitos atau kebiasaan yang sudah lama diikuti yang sering menjadi penghalang sebuah Pernikahan.

Beberapa pandangan orang tua terkait menunda adiknya untuk menikah lebih dulu sebelum kakaknya (laki-laki/perempuan), dengan dalih menjaga perasaan kakaknya, menghindari mitos tidak baik, menjaga pandangan orang terhadap kakaknya (laki-laki/perempuan) yang dilangkahi nikah, dll.. Dengan adanya larangan atau adat kebiasaan ini, secara sosial membuat si kakak (laki-laki/perempuan) yang terlambat (dilangkahi) menikah mendapat problema atau ungkapan-ungkapan yang tidak benar (perawan tua / bujang tua). Padahal ini bukan kehendaknya, tapi Masyarakatlah yang menghukumnya.

Karena dalam Syariat atau Hukum Islam, baik dari Al-Quran maupun Hadits tidak ada yang melarang seorang adik (laki-laki/perempuan) untuk menikah duluan /melangkahi kakaknya (laki-laki/perempuan). Bahkan Islam menganjurkan agar Pernikahan TIDAK ditunda-tunda.

Jika adik harus menunggu kakak-nya menikah dulu, baru adik ini menikah, ini adalah sebuah ketidakpastian. Kita tidak tahu pasti kapan kakaknya (laki-laki/perempuan) bertemu jodoh atau menikah..?? Sedangkan jika pernikahan (adik) ditunda-tunda, dikhawatirkan pasangan ini melakukan zina atau dosa yang lebih besar lagi. Ini disebabkan masyarakat saat ini sebagian besar juga mengawali pernikahan dengan dosa pacaran.

Syariat Islam mengajarkan agar Pernikahan TIDAK ditunda-tunda. Sedapat mungkin jika tidak ada penghalang Syar’i, pernikahan sebaiknya disegerakan dan dipercepat.

Kesimpulannya bahwa boleh saja adik menikah lebih dulu dari kakak jika memang sudah mampu dan hendaklah dilaksanakan tanpa melanggar aturan syari’at.

Wallahu’alam.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Hukum Jika Adik Menikah Mendahului Kakak Dalam Adat Minangkabau "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel