Monday, April 15, 2019

Tari Kabasaran, Tarian Perang Yang Menjadi Kesenian Rakyat Minahasa

Tari Kabasaran, Kesenian Rakyat Minahasa
Rozipiliang.com- jika kalian pernah menjadi tamu kehormatan datang ke Sulawesi Utara, maka kalian tidak akan asing dengan tarian ini, Pasalnya, tari kabasaran ini selalu ditampilkan pada acara acara penyambutan bagi tamu kehormatan di Minahasa.

Tari Kabasaran ini dahulunya adalah tarian perang suku Minahasa, tarian ini hanya dilakukan oleh Waraney yaitu penjaga keamanan desa diMinahasa yang sekaligus sebagai prajurit perang. Pasukan ini cukup unik, pasalnya keseharian mereka hanyalah rakyat biasa. Namun jika Minahasa terancam dari serangan musuh mereka akan menjelma menjadi prajurit yang tangguh dan mereka akan menarikan Tari Kabasaran.

Penari Kabasaran adalah laki-laiki putra daerah suku Minahasa, namun konon katanya tidak semua laki-laki minahasa bisa menjadi penari Kabasaran. Menurut informasi penari kebasaran ini adalah turunan dari sesepuh tari kebasaran juga. Karena polanya yang turun temurun maka setiap penari Kabasaran akan diberikan senjata yang harus dibawa saat menari. Senjata itu juga tiberikan secara turun temurun, maka karena itulah tidak semua laki-laki minahasa bisa menjadi penari Kabasaran.

Di daerah Minahasa, Tari Kabasaran merupakan simbol kekuatan dan keperkasaan warga minahasa dalam menhadapi musuh. Tari kebasaran ini ditampilkan dengan sangat garang, namun saat menari para penari tetap riang.

Tari Kabasaran sangat unik, biasaya pakaian yang digunakan para penari kabasaran adalah kain tenun asli minahasa yang berwarna merah, dengan pilihan warna merah tersebut menambah kegarangan para penari untuk menggetarkan lawan atau musuh musuhnya, selain dari pakaian wajah para penari juga dirias se garang mungkin.

Ekspresi Para Penari saat memamerkan keperkasaannya

Tarian ini pada umumnya terdiri dari 3 (Tiga) babak Yaitu,
Babak pertama disebut Cakalele, cakalele bersal dari dua suku kata yaitu "Saka" yang artinya berlaga, dan "lele' yang artinya melompat-lompat dan bekejaran. Jadi pada babak Cakalele ini para penari akan bekejar-kejaran sambil melompat-lompat sambil memeperagakan seolah-olah sambil berlaga.

Babak kedua disebut Kumoyak, kumoyak berasal dari kata "koyak" yang artinya mengayunkan senjata tajam berupa pedang dan tombak secara turun naik, maju mundur. ini bertujuan untuk menentramkan diri dari amarah saat berperang. dan,

Babak ketiga disebut Lalayaan, pada bagian yang ketiga ini penari bebas berekspresi seperti apa, memperlihatkan amarahnya sebagai tanda keperkasaan dalam berperang.

Senjata yang digunakan dalam tarian ini biasanya ada 2, yang pertama adalah senjata berupa pedang dan satu lagi sebuah tombak panjang dan runcing dibagian ujungnya.

Namun sekarang Tari Kabasaran sudah dijadikan sebagai kesenian rakyat minhasa, tarian ini sering ditampilkan pada acara acara khusus seperti penerimaan tamu kehormatan.

Nah, bagi kalian yang belum mengenal tarian ini, kalian bisa  membayangkan dengan membaca artikel ini, atau kalian lansung aja datang ke Minahasa, hehehe. (ud/rz)


Baca Juga :  Tari Tor Tor Suku Batak Sumatera Utara

No comments:

Post a Comment