Pembagian harta warisan di Minangkabau, tidak bertentangan dengan syariat agama !

sumber gambar : http://bpakhm.unp.ac.id/sistem-pewarisan-di-minangkabau/

Harta warisan adalah harta yang diberikan oleh orang tua kepada penerusnya (anaknya) atau juga boleh diberikan kepada ahli waris lain yang berhak untuk mendapatkannya.

Polemik yang sering terjadi adalah perdebatan tentang pembagian harta warisan yang ada di Suku Minangkabau. Dalam kasus pembagian harta warisan diMinang Kabau banayak orang yang yang beranggapan bahwa itu adalah cara pembagian yang salah karena bertentangan dengan syariat islam , Apa Penyebab Pemikiran tersebut ??

Diminangkabau Sumatera Barat, dipahami pembagian harta warisan adalah diturunkan kepada perempuan menurut garis keturunan ibu. hal inilah yang menjadi faktor pendorong bahwa anggapan pembagian harta warisan bertentangan dengan syariat agama di Minangkabau. Karena menurut ajaran Islam pembagian Harta yang benar adalah 2/3 untuk anak laki-laki.

Apakah Pembagian Harta Warisan Diminangkabau Menentang Agama ?

sebelum dijawab saya akan menjelaskan beberapa macam harta yang ada di suku Minangkabau, dalam hal ini saya akan kelompokkan menjadi 2 model harta yang ada, yaitu Harta Pusaka Tinggi dan Harta Pusaka Rendah.

Harta Pusaka Tinggi atau Harato Pusako Tinggi adalah harta yang dimiliki oleh suatu kaum atau suku di minangkabau yang didapatkan dengan cara turun menurun berdasarkan garis keturunan ibu. Jenis harta ini akan jatuh kepada anak perempuan sebagai pewaris suku diminangkabau, sehingga harta tersebut tidak akan pernah berpindah tangan kepada kaum lain.

Diminangkabau memakai azaz Matrilinilisme yang mana garis keturunan didasarkan kepada ibu, jadi sebagai pewaris suku adalah pihak perempuan.

Dikarenakan harta pusaka tinggi ini adalah milik suatu kaum maka pembagiannya berdasarkan garis keturunan yang akan selalu membwa waris suku bukan kepada laki-laki. kenapa harus perempuan ? BACA DISINI

Dengan pembagian yang demikian maka harta yang dimiliki oleh suatu kaum diminangkabau tidak akan bepindah tanggan kepada kaum lain yang ada.

Harta Pusaka Rendah atau dalam bahasa minang disebut Harato Pusako Randah  adah jenis harta yang dimiliki oleh sebuah keluarga yang didapatkan dengan hasil keringat keluarga itu sendiri. harta tersebut didapatkan mungkin saja dari gaji pekerjaan atau hasil usaha orang tersebut.

Harta pusaka rendang jika ingin dibagikan kepada ahli waris, maka pembagiannya harus sesuai dengan syariat islam atau dengan hukum waris yang sesuai. harta pusaka renda yang merupakan hasil usaha tersebut tidak boleh dibagikan kepada anak perempuan semata sesuai dengan adat minang.

Seseorang bisa saja memiliki harata pusaka tinggi dan harta pusaka rendah, namun dalam pembagiannya harus bijaksana, mana yang harus dibagi sesuai syariat agama dan mana yang harus dibagi berdasarkan adat.

Kesimpulan, jadi kesimpulan dari pembagian harta warisan di Minangkabau tidak bertentangan dengan syariat agama karena sudah dibedakan mana yang harta pusaka tinggi dan mana yang harta pusaka rendah. Jika masih ada yang beranggapan bahwa pembagian warisan secara adat tersebut tidak ada dalilnya dalam Alquran maupun Hadist hingga dianggap masih ada keraguan yang masih harus dikaji, pendapat tersebut tidak salah, silahkan dikaji. Namun satu hal yang harus jadi pertimbagan, sampai saat ini sudah berabat abat berlansungnya adat istiadat Minagkabau tidak ada Ijma' Ulama yang menharamkan hal tersebut, yang mana Ijma' ulama dapat dijadikan sebagai sumber hukum islam.

Semoga Bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email: